Screen Shot 2017-10-10 at 12.52.48 AMPenulisan daftar referensi atau daftar pustaka dalam sebuah penulisan karya ilmiah (jurnal, tugas akhir, tesis, disertasi, prosiding, laporan penelitian) menjadi hal yang penting untuk menyajikan secara detail sumber-sumber  informasi dalam sebuah tulisan. Dimana penulisan daftar pustaka ternyata ada beberapa metode (style), diantaranya: (a)Turabian Style, (b) Harvard Style; (c) Vancouver Style; (d) American Psychological Association (APA) Style; (e) Chicago Style; atau (f) Kombinasi dari berbagai style. Masing-masing style penulisan sumber kutipan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan, tetapi suatu style yang dipilih dan dianut harus diterapkan secara konsisten. Salah satu style yang sering dipakai oleh para penulis, peneliti, dan berbagai institusi pendidikan serta berbagai publikasi ilmiah adalah Harvard-APA Style. Gaya penulisan daftar pustaka menurut APA (American Psychological Association) adalah gaya yang mengikuti format Harvard.

Aturan Penulisan Daftar Pustaka Harvard-APA Style

Beberapa aturan dasar penulisan daftar pustaka dengan Harvard-APA Style yaitu:

1. Aturan penulisan sumber kutipan
  • Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan.
  • Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip.
  • Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua)
  • Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
  • Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan).
  • Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya.
2. Aturan penulisan daftar pustaka
  • Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya.
  • Literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.
  • Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor.
  • Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk.
  • Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama].
  • Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e)
  • Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris).
  • Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/ pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh.

3. Cara Penulisan Sumber Kutipan

a. Sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Asyik (2006) menyatakan bahwa……; jika disertai dengan halaman: Asyik (2006: 289) menyatakan bahwa……..; Menurut Asyik (2006: 289) ……….. 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Cooper dan Schlinder (2003: 24) ………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Guan et al. (2009: 32) ……….

b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: …………. (Asyik, 2006); jika disertai dengan halaman: ………. (Asyik, 2006: 289). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: …….. (Cooper dan Schlinder, 2003: 24). 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. (Guan et al., 2009: 32).

c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: John (2006, 2007); jika tahun publikasi sama: Sumiyana (2007a, 2007b).

d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000).

e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984).

f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012…….; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010……; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45……

g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23)…….; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21)…..; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16)…. [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua].

Cara Penulisan Daftar Pustaka Harvard-APA Style

Pada dasarnya dalam pedoman Harvard-APA Style , penulisan daftar pustaka dipisahkan oleh koma dan diakhiri dengan tanda titik. Sementara untuk judul sumber kutipan (sitasi) menggunakan huruf kapital untuk setiap kata kecuali kata penghubung. Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan dalam penulisannya sebagai berikut:

1. Buku

Pola dasar penulisan referensi berjenis buku adalah:

Nama Belakang Pengarang, Inisial nama depan. tahun terbit. Judul buku. Edisi jika edisinya lebih dari satu. Penerbit. Tempat diterbitkan

Hal yang perlu diperhatikan adalah judul buku yang dituliskan secara italic dengan penggunaan huruf kapital mengikuti standar penulisan kalimat. Jumlah pengarang yang boleh didaftarkan di satu referensi maksimal berjumlah enam. Jika pengarang berjumlah lebih dari enam maka pengarang ketujuh dan selanjutnya dituliskan sebagai et al.

Contoh:

Satu pengarang: Conley, D. 2002. The daily miracle: An Introduction to Journalism. Oxford University Press. New York

Dua pengarang: Anna, N., & Santoso, CL. 1997. Pendidikan Anak. Family Press. Jakarta.

Lebih dari dua pengarang: Kotler, P., Adam, S., Brown., L & Armstrong, G. 2003. Principles of marketing. 2nd ed. Pearson Education Australia. Melbourne

Tidak ada nama pengarang: Computer Graphics Inter-Facing. 1996 (3rd ed). Modern technology Corporation. Minnepolis

2. Artikel jurnal

Penulisan untuk artikel jurnal yaitu,

Nama belakang pengarang, inisial nama depan, Tahun Publikasi, Judul artikel menggunakan tanda kutip tunggal, Nama jurnal menggunakan format italic, Nomor volume (ditulis vol.), Nomor halaman.

Contoh:

Pengarang tunggal: Hall, M 1999, ‘Breaking the silence: marginalisation of registered nurses employed in nursing homes’,Contemporary Nurse, vol. 8, no. 1, hh. 232-237.

Dua pengarang: Davis, L, Mohay, H & Edwards, H 2003, ‘Mothers’ involvement in caring for their premature infants: an historical overview’, Journal of Advanced Nursing, vol. 42, no. 6, hh. 578–86.

Lebih dari dua pengarang: Wijaya, K, Phillips, M & Syarif, H 2002, ‘Pemilihan sistem penyimpanan data skala besar’, Jurnal Informatika Indonesia, vol. 1, no. 3, hh. 132-140.

Tanpa pengarang: ‘Building human resources instead of landfills’ 2000, Biocycle, vol. 41, no. 12, hh. 28-29.

Sementara, untuk penulisan jurnal online penulisannya adalah sama dengan jurnal full-text hanya pada jurnal online setelah penulisan nomor volume jurnal (vol.) selanjutnya ditambahkan dengan tanggal diakses dan alamat web. Adapaun penulisannya yaitu:

Birbeck, D & Drummond, M 2006, ‘Very young children’s body image: bodies and minds under construction’, International Education Journal, vol. 7, no.4, dilihat 12 Desember 2006, <http://iej.com&gt;.

3. Halaman Web

Penulisan daftar pustaka untuk artikel yang dikutip dari web polanya adalah:

Nama pengarang atau editor atau penyusun Tahun , Judul Artikel (Italic), Nama lamam yang memuat, Tanggal akses, Alamat web.

Contoh:

Desjardins, M 1998, How to succeed in postgraduate study, Applied Ecology Research Group, University of Canberra, dilihat 26 April 2001, <http://aerg.canberra.edu.au/jardins/t.htm&gt;. (Disarikan dari berbagai sumber).

Untuk penulisan daftar pustaka yang bersumber dari selain sumber di atas, dapat melihat pedoman penulisan lebih lanjut di sini.

Referensi:

  • Panduan Penulisan Referensi Akademis Sistem Referensi Harvardhttp://if.mipa.uns.ac.id/if/wp-content/uploads/2012/05/referensi-harvard.pdf(diakses 12 April 2016)

Advertisements