Kuliah Kerja Nyata Luar Negeri (KKN-LN) IAIN Bengkulu 2017 di Malaysia Utara

Tags

, , , , , ,

Ini pengalaman pertama saya menjadi seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di IAIN Bengkulu semenjak bergabung di IAIN Bengkulu padat tahun 2015. Program KKN Luar Negeri tahun ini ini berlangsung selama hampir 1 bulan di wilayah Malaysia Utara. Fokus pada kegiatan kali ini adalah pengabdian pada masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia, khususnya bagian utara. Continue reading

Universitas Pertama Dunia

Tags

, , , , , ,

al Qawariyyin 3Beberapa kali saya melontarkan pertanyaan ke beberapa mahasiswa dan kerabat yang juga merupakan akademisi di lingkungan saya tentang dimana letak universitas tertua di dunia, sebagian besar dari mereka menjawab Universitas al-azhar di Kairo Mesir sebagai universitas tertua di dunia. Mereka mengatakan bahwa guru- guru mereka di pesantren ataupun di sekolah menengah/ Madrasah Aliyah yang memberitahu mereka tentang informasi ini. Sebagian dari mereka juga ada yang menjawab University of Bologna di Italia atau Oxford di Inggris sebagai kampus tertua di dunia. Continue reading

Jurnal Madania: Teachers’ Strategies in Teaching Speaking Lesson on Introvert Students in Madrasah Aliyah (MA) Ja-Alhaq Bengkulu

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Edisi Artikel Baru (terbit);

Screen Shot 2017-06-25 at 11.06.29 PM Continue reading

Mengenal Sosok Professor Dr. Sirajuddin. M

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Finlandia2

Continue reading

Kewarganegaraan, Ras, dan Etnis/ Suku Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Tags

, , , ,

multicultural societySering kali, kewarganegaraan dapat menjadi pengidentifikasi dalam banyak literatur, terutama dalam situasi ESL, di mana ras dan etnis ini lebih sering disebut sebagai situs perjuangan. Ras dan etnis keduanya adalah konstruksi sosiologis, dengan sedikit tujuan, bukti fisik untuk tugas mereka. Kewarganegaraan, yang juga merupakan konstruksi sosiologis, adalah sebuah konstruksi politik dengan bukti fisik penugasan kewarganegaraan karena kelahiran. Ketiga istilah ini sangat ditentang. Jarang terjadi ada kebangsaan, ras, dan etnis tunggal dalam satu lingkungan. Sebuah kelompok etnis tertentu mungkin mencakupi orang dari berbagai ras dan sebaliknya. Oleh karena itu, saya akan membahas tiga konsep tersebut sebagai bagian terpisah dalam penjelasan yang sedikit lebih luas.

Kewarganegaraan/Kebangsaan

Mendefinisikan diri dalam konteks sosial seseorang yang lebih besar merupakan hal yang fundamental bagi kehidupan manusia dan konteks sosial tersebut adalah identifikasi kebangsaan seseorang. Namun, kebangsaan sering tidak diperiksa dalam identitas pelajar karena dianggap bahwa ras dan etnis digolongkan sebagai kebangsaan. Alasan berikutnya kebangsaan sering diabaikan karena dianggap memiliki sedikit peran dalam pembangunan identitas dalam era globalisasi yang cepat. Untuk pelajar bahasa Inggris di seluruh dunia, identifikasi nasional yang berbeda dan tersedia, tergantung pada apakah peserta didik belajar di dalam negara mereka sendiri, imigran atau pengungsi ke negara baru, atau rantauan di negara kedua untuk keperluan studi atau bekerja.

Continue reading

Antara Saya dan Gus Nadir

Tags

, , , , , , ,

11903855_1646406638939171_8854467072029514060_nPada suatu momen saat saya sedang menjalankan prajabatan yang bertepatan pada bulan Ramadhan tahun lalu. Parajabatan merupakan sebuah diklat yang wajib diikuti seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai syarat untuk menjadi ASN full 100%, yang mana sebelumnya lebih dari 1 tahun saya merupakaan seorang ASN 80% (di nilai dari hak-hak saya sebagai ASN). Diklat prajabatan ini saya lakukan selama kurang lebih satu bulan dan memang bertepatan pada saat bulan Ramadhan. Pada sebuah materi yang Continue reading

Mengurus Single Entry Visa Malaysia

Tags

, , , , , , ,

single entry visa malaysiaAssalamu’alaikum..

Sedikit ingin sharing mengenai kesulitan yang pernah saya hadapi dalam pengurusan visa pelajar untuk berkuliah di Malaysia. Ada beberapa hal yang menurut saya waktu itu adalah sesuatu yang menjadi hambatan dalam saya meneruskan studi Ph.D ke Malaysia, yaitu pengurusan visa. Saya sudah menanyakan kebeberapa senior yang notabennya adalah alumni dari Malaysia, namun beberapa kali pula saya mendapatkan jawaban yang sama; Sepertinya ini aturan baru, karena dizaman saya waktu itu, kami tinggal datang ke Malaysia dengan bermodal Letter of Acceptance, dan urusan visa, semua di urus dibagian international office kampus. Tidak ingin patah arang, saya terus mencari info tentang “model pengurusan visa baru ini”. Tapi tetap saja, saya masih gagal faham terkait poin- poinnya. Sampai akhirnya seorang teman alumni Mesir menyarankan untuk menghubungi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang ada dikampus yang saya tuju, karena barangkali mereka dapat membantu dan akhirnya, mereka memang membantu membantu.

Mulai tahun 2014, Malaysia memang mengeluarkan kebijakan mengenai pengurusan visa belajar bagi calon mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di universitas Malaysia. Aturan tersebut menerapkan bahwa EMGS sebagai lembaga yang mengurus bagian visa pelaja bahwa calon mahasiswa yang akan masuk Malaysia harus mempunyai single-entry visa yang dibuat di kedutaan atau konjen Malaysia yang berada Indonesia sebelum berangkat ke Malaysia, karena saat ini social-visit pass tidak bisa lagi dikonversi ke student-pass (Seperti yang kemukakan senior saya).
Semoga tulisan berikut nantinya berguna bagi yang ingin melanjutkan studi ke Malaysia. Berikut persyaratan untuk mengurus Single Entry Visa:

  1. Paspor asli
  2. 1 lembar fotokopi paspor halaman depan
  3. 1 lembar fotokopi KTP
  4. Calling Visa/ Visa Approval Letter (di dapat dari kampus)
  5. 1 rangkap Form IMM. 47 (Dapat di download disini http://www.jimlondon.net/Form_IM.47.pdf )
  6. Offer Letter dari Kampus
  7. 1 passport-size background putih foto (ukuran 3.5 x 5)
  8. Surat-sponsor (jika mendapatkan beasiswa)

Lalu, proses aplikasi visa saya kemarin seperti ini:

  1. Lengkapi semua berkas tadi.
  2. Datang langsung ke Kedutaan/ konsulat Malaysia. Dianjurkan untuk datang pagi (sekitar jam 8.30 WIB sudah bisa) agar mendapat nomor antrian kecil dan tidak terlalu lama menunggu.
  3. Setelah tiba, nanti akan melewati security-check dan mengisi buku tamu. Selanjutnya nanti akan mendapatkan pass-card dan KTP asli akan diminta dan disimpan oleh petugas.
  4. Masuk ke bagian konsuler, ngomong perlunya apa, serahin dokumen. nggak sampai 10 menit udah selesai, lalu kita membayar di bagian pengurusan visa Malaysia (biasanya tempat pembayarannya terpisah)
  5. Setelah membayar, akan diberi kertas kwitansi, kertas pengambilannya disimpan.
  6. Biayanya sekitar 800 ribu rupiah
  7. Prosesnya hanya beberapa jam, namun disarankan tidak menunggu. Kebetulan saya mengurusnya di Konjen Malaysia di Pekanbaru, sehingga ketika saya memasukkan berkas jam 10, visa saya selesai pada pukul 15.00 WIB, namun jika mengurus di kedutaan Malaysia di Jakarta, biasanya akan selesai sekitar 3 hari kerja. Kalau saya memasukkan dokumen lengkap kemarin Kamis, berarti visa saya insya Allah besok Senin sudah bisa diambil
  8. Anyway, pengambilannya boleh diwakilkan, selama yang mengambilkan membawa kertas pengambilannya.

P.S: Informasi di atas didapat dari website Imigrasi Malaysia, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Malaysia dan berdasarkan dari pengalaman pribadi penulis yang merupakan Ph.D Student di Universiti Sains Malaysia (USM)

 

Konsep Universitas Ala Bani Abbasiyah: “Bayt Al- Hikmah”

Tags

, , , , , , , ,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa yang anda fikirkan ketika saya awali tulisan ini dengan kata “Bani Abbasiyah”? Siapa mereka? sebegitu pentingkah mereka bagi saya, umat muslim bahkan peradaban dunia? Sehingga saya harus membahas tentang mereka diawal tulisan ini? Sebelum masuk pada topik utama pada artikel ini, mari kita bahas sekilas mengenai Bani Abbasiyah.

house of wisdom 2

Continue reading

International Seminar on TESOL (ISOT) 2017, IAIN Bengkulu, 4 Mei 2017

Tags

, , , , , , ,

isot fbMengajar Tak Akan Lepas Dari (Terus) Belajar.

IAIN Bengkulu bekerjasama dengan Universiti Sains Malaysia proudly presents International Seminar on TESOL (ISOT) 2017. Continue reading