Universitas Pertama Dunia

Tags

, , , , , ,

al Qawariyyin 3Beberapa kali saya melontarkan pertanyaan ke beberapa mahasiswa dan kerabat yang juga merupakan akademisi di lingkungan saya tentang dimana letak universitas tertua di dunia, sebagian besar dari mereka menjawab Universitas al-azhar di Kairo Mesir sebagai universitas tertua di dunia. Mereka mengatakan bahwa guru- guru mereka di pesantren ataupun di sekolah menengah/ Madrasah Aliyah yang memberitahu mereka tentang informasi ini. Sebagian dari mereka juga ada yang menjawab University of Bologna di Italia atau Oxford di Inggris sebagai kampus tertua di dunia. Continue reading

Jurnal Madania: Teachers’ Strategies in Teaching Speaking Lesson on Introvert Students in Madrasah Aliyah (MA) Ja-Alhaq Bengkulu

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Edisi Artikel Baru (terbit);

Screen Shot 2017-06-25 at 11.06.29 PM Continue reading

Mengenal Sosok Professor Dr. Sirajuddin. M

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Finlandia2

Continue reading

Kewarganegaraan, Ras, dan Etnis/ Suku Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Tags

, , , ,

multicultural societySering kali, kewarganegaraan dapat menjadi pengidentifikasi dalam banyak literatur, terutama dalam situasi ESL, di mana ras dan etnis ini lebih sering disebut sebagai situs perjuangan. Ras dan etnis keduanya adalah konstruksi sosiologis, dengan sedikit tujuan, bukti fisik untuk tugas mereka. Kewarganegaraan, yang juga merupakan konstruksi sosiologis, adalah sebuah konstruksi politik dengan bukti fisik penugasan kewarganegaraan karena kelahiran. Ketiga istilah ini sangat ditentang. Jarang terjadi ada kebangsaan, ras, dan etnis tunggal dalam satu lingkungan. Sebuah kelompok etnis tertentu mungkin mencakupi orang dari berbagai ras dan sebaliknya. Oleh karena itu, saya akan membahas tiga konsep tersebut sebagai bagian terpisah dalam penjelasan yang sedikit lebih luas.

Kewarganegaraan/Kebangsaan

Mendefinisikan diri dalam konteks sosial seseorang yang lebih besar merupakan hal yang fundamental bagi kehidupan manusia dan konteks sosial tersebut adalah identifikasi kebangsaan seseorang. Namun, kebangsaan sering tidak diperiksa dalam identitas pelajar karena dianggap bahwa ras dan etnis digolongkan sebagai kebangsaan. Alasan berikutnya kebangsaan sering diabaikan karena dianggap memiliki sedikit peran dalam pembangunan identitas dalam era globalisasi yang cepat. Untuk pelajar bahasa Inggris di seluruh dunia, identifikasi nasional yang berbeda dan tersedia, tergantung pada apakah peserta didik belajar di dalam negara mereka sendiri, imigran atau pengungsi ke negara baru, atau rantauan di negara kedua untuk keperluan studi atau bekerja.

Continue reading

Antara Saya dan Gus Nadir

Tags

, , , , , , ,

11903855_1646406638939171_8854467072029514060_nPada suatu momen saat saya sedang menjalankan prajabatan yang bertepatan pada bulan Ramadhan tahun lalu. Parajabatan merupakan sebuah diklat yang wajib diikuti seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai syarat untuk menjadi ASN full 100%, yang mana sebelumnya lebih dari 1 tahun saya merupakaan seorang ASN 80% (di nilai dari hak-hak saya sebagai ASN). Diklat prajabatan ini saya lakukan selama kurang lebih satu bulan dan memang bertepatan pada saat bulan Ramadhan. Pada sebuah materi yang Continue reading

Mengurus Single Entry Visa Malaysia

Tags

, , , , , , ,

single entry visa malaysiaAssalamu’alaikum..

Sedikit ingin sharing mengenai kesulitan yang pernah saya hadapi dalam pengurusan visa pelajar untuk berkuliah di Malaysia. Ada beberapa hal yang menurut saya waktu itu adalah sesuatu yang menjadi hambatan dalam saya meneruskan studi Ph.D ke Malaysia, yaitu pengurusan visa. Saya sudah menanyakan kebeberapa senior yang notabennya adalah alumni dari Malaysia, namun beberapa kali pula saya mendapatkan jawaban yang sama; Sepertinya ini aturan baru, karena dizaman saya waktu itu, kami tinggal datang ke Malaysia dengan bermodal Letter of Acceptance, dan urusan visa, semua di urus dibagian international office kampus. Tidak ingin patah arang, saya terus mencari info tentang “model pengurusan visa baru ini”. Tapi tetap saja, saya masih gagal faham terkait poin- poinnya. Sampai akhirnya seorang teman alumni Mesir menyarankan untuk menghubungi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang ada dikampus yang saya tuju, karena barangkali mereka dapat membantu dan akhirnya, mereka memang membantu membantu.

Mulai tahun 2014, Malaysia memang mengeluarkan kebijakan mengenai pengurusan visa belajar bagi calon mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di universitas Malaysia. Aturan tersebut menerapkan bahwa EMGS sebagai lembaga yang mengurus bagian visa pelaja bahwa calon mahasiswa yang akan masuk Malaysia harus mempunyai single-entry visa yang dibuat di kedutaan atau konjen Malaysia yang berada Indonesia sebelum berangkat ke Malaysia, karena saat ini social-visit pass tidak bisa lagi dikonversi ke student-pass (Seperti yang kemukakan senior saya).
Semoga tulisan berikut nantinya berguna bagi yang ingin melanjutkan studi ke Malaysia. Berikut persyaratan untuk mengurus Single Entry Visa:

  1. Paspor asli
  2. 1 lembar fotokopi paspor halaman depan
  3. 1 lembar fotokopi KTP
  4. Calling Visa/ Visa Approval Letter (di dapat dari kampus)
  5. 1 rangkap Form IMM. 47 (Dapat di download disini http://www.jimlondon.net/Form_IM.47.pdf )
  6. Offer Letter dari Kampus
  7. 1 passport-size background putih foto (ukuran 3.5 x 5)
  8. Surat-sponsor (jika mendapatkan beasiswa)

Lalu, proses aplikasi visa saya kemarin seperti ini:

  1. Lengkapi semua berkas tadi.
  2. Datang langsung ke Kedutaan/ konsulat Malaysia. Dianjurkan untuk datang pagi (sekitar jam 8.30 WIB sudah bisa) agar mendapat nomor antrian kecil dan tidak terlalu lama menunggu.
  3. Setelah tiba, nanti akan melewati security-check dan mengisi buku tamu. Selanjutnya nanti akan mendapatkan pass-card dan KTP asli akan diminta dan disimpan oleh petugas.
  4. Masuk ke bagian konsuler, ngomong perlunya apa, serahin dokumen. nggak sampai 10 menit udah selesai, lalu kita membayar di bagian pengurusan visa Malaysia (biasanya tempat pembayarannya terpisah)
  5. Setelah membayar, akan diberi kertas kwitansi, kertas pengambilannya disimpan.
  6. Biayanya sekitar 800 ribu rupiah
  7. Prosesnya hanya beberapa jam, namun disarankan tidak menunggu. Kebetulan saya mengurusnya di Konjen Malaysia di Pekanbaru, sehingga ketika saya memasukkan berkas jam 10, visa saya selesai pada pukul 15.00 WIB, namun jika mengurus di kedutaan Malaysia di Jakarta, biasanya akan selesai sekitar 3 hari kerja. Kalau saya memasukkan dokumen lengkap kemarin Kamis, berarti visa saya insya Allah besok Senin sudah bisa diambil
  8. Anyway, pengambilannya boleh diwakilkan, selama yang mengambilkan membawa kertas pengambilannya.

P.S: Informasi di atas didapat dari website Imigrasi Malaysia, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Malaysia dan berdasarkan dari pengalaman pribadi penulis yang merupakan Ph.D Student di Universiti Sains Malaysia (USM)

 

Konsep Universitas Ala Bani Abbasiyah: “Bayt Al- Hikmah”

Tags

, , , , , , , ,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa yang anda fikirkan ketika saya awali tulisan ini dengan kata “Bani Abbasiyah”? Siapa mereka? sebegitu pentingkah mereka bagi saya, umat muslim bahkan peradaban dunia? Sehingga saya harus membahas tentang mereka diawal tulisan ini? Sebelum masuk pada topik utama pada artikel ini, mari kita bahas sekilas mengenai Bani Abbasiyah.

house of wisdom 2

Continue reading

International Seminar on TESOL (ISOT) 2017, IAIN Bengkulu, 4 Mei 2017

Tags

, , , , , , ,

isot fbMengajar Tak Akan Lepas Dari (Terus) Belajar.

IAIN Bengkulu bekerjasama dengan Universiti Sains Malaysia proudly presents International Seminar on TESOL (ISOT) 2017. Continue reading

Model Pengajaran Communicative Language Teaching (CLT)

Tags

, , , , , , ,

_MPS1174Berbeda dengan jumlah yang telah ditulis dalam teori Communicative Language Teaching tentang dimensi komunikatif sebuah bahasa, hanya sedikit yang telah ditulis terkait tentang teori pembelajaran. Menurut Richard dan Rodger (1999), unsur-unsur yang mendasari teori belajar dapat dilihat dalam beberapa praktek CLT. Namun, salah satu unsur tersebut dapat digambarkan sebagai prinsip komunikasi: kegiatan yang melibatkan komunikasi nyata yang mengembangkan pembelajaran. Unsur kedua adalah prinsip tugas: aktivitas di mana bahasa digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas yang berarti mengembangkan pembelajaran. Unsur ketiga adalah prinsip kebermaknaan: bahasa yang berarti mendukung proses pembelajaran bagi pelajar. Kegiatan belajar yang karenanya dipilih sesuai dengan seberapa baik mereka (Guru) melibatkan siswanya dalam penggunaan bahasa yang bermakna dan sebenarnya (bukan hanya mesin praktik tentang pola bahasa). Menurut teori ini, pemerolehan kompetensi komunikatif dalam bahasa adalah contoh pengembangan keterampilan yang melibatkan baik aspek kognitif dan aspek perilaku:
a) Aspek kognitif melibatkan internalisasi rencana untuk membuat perilaku yang sesuai. Untuk penggunaan bahasa, rencana ini berasal utamanya berasal dari sistem bahasa. Mereka termasuk aturan tata bahasa, tata cara memilih kosa kata, dan adat sosial yang mengatur tentang berbicara.
b) Aspek perilaku melibatkan otomatisasi rencana- rencana ini sehingga mereka dapat dikonversi menjadi kinerja yang lancar di waktu yang sebenarnya. Hal ini terjadi terutama melalui praktik dalam mengkonversi rencana menjadi kinerja (Littlewood: 2002).
Dalam teori ini, terdapat sebuah dorongan dan
penekanan pada praktik sebagai cara untuk mengembangkan keterampilan komunikatif.

Dalam desain penelitian yang telah saya lakukan bersama beberapa rekan di IAIN Bengkulu, menunjukkan bahwa seorang instruktur harus menetapkan sebuah proses untuk siswanya yang yang mana para siswa harus diminta untuk berbicara sebaik mungkin dengan semua sumber yang tersedia. Jika instruktur melihat bahwa para peserta didik tidak berada dalam kondisi yang nyaman untuk berbicara atau berkomunikasi karena kekurangan bantuan bahasa, maka ia harus menyediakan item bahasa yang diperlukan untuk interaksi yang efektif, baik leksikal dan struktural dan instruktur dapat menawarkan latihan, jika memang dibutuhkan. Ini adalah struktur pedagogis dan metodologis dimana
pengajaran bahasa yang komunikatif harus dilakukan. Dalam penelitian ini, bahan ajar dikembangkan dengan mengadopsi model pengajaran komunikatif ini dimana item bahasa yang ada saat ini terbukti diperlukan untuk komunikasi yang efektif di setiap bagian awal dari masing-masing unit. Guru dapat menerapkan topik-topik tersebut jika para siswa merasa sulit untuk mengungkapkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris, dan kemudian membiarkan mereka berlatih berbahasa Inggris sebaik mungkin dengan ketersediaan sumber daya yang ada di dalam kelas.

M. Arif Rahman Hakim & Dedi Efrizal
Pengembangan Materi Bahan Ajar Public Speaking berdasarkan Communicative Language Teaching.
Manhaj, Vol. 4, Nomor 3, September – Desember 2016

Boost post

 _MPS1174

Continue reading